TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN DAN DUKUNGANYA
SELAMAT BERGABUNG BERSAMA KAMI


11 Juni 2025 ---Sdr. MULYADI dari DEPOK--- KUTA JAYA FARM dari PAMEKASAN---Sdr. SHOFIA PUTRI dari KUNINGAN---Sdr. LUKI AHMAD dari BANDUNG---Sdr. GUGUN WUGUNA---Sdr. FAJAREZA dari PAMEKASAN---SS FARM dari TASIKMALAYA---Sdr. DIDIK SUBHAN---Sdr. MAMAN SAIFUROHMAN dari TASIKMALAYA---Sdr. YAYAN SANJAYA dari TASIKMALAYA---

PASTIKAN KEAKURATAN SUMBER INFORMASI ANDA LANGSUNG DARI INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
CENTRAL INFORMASI HARGA TELUR BLITAR
PROFESIONAL, INDEPENDEN DAN TERPERCAYA


PASTIKAN ANDA TIDAK KETINGGALAN INFORMASI HARI INI DENGAN MENJADI ANGGOTA SMS INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA

CARANYA

KETIK GABUNG KIRIMKAN KE NOMOR DIBAWAH INI

085755064745


SELALU BERKOMITMEN MENJAGA INFORMASI YANG KONTINYU DAN INDEPENDEN TANPA INTERVENSI DARI PIHAK MANAPUN

INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
ACUAN STANDAR HARGA TELUR BLITAR YANG INDEPENDEN DAN TERPERCAYA
UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT :
SMS/WhatsApp

085755064745

Tampilkan postingan dengan label doc ayam petelur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doc ayam petelur. Tampilkan semua postingan

Macam dan model sumber pemanas untuk DOC

Ada berbagai macam model dan sumber pemanas yang biasa digunakan dalam pembesaran anak ayam pada masa awal. Ada beberapa sumber antara lain sumber pemanas listrik, gas, batu bara, dan minyak tanah.

  1. Sumber pemanas listrik.
    Sumber pemanas ini sangat sederhana, pengadaanya cukup dengan menggantungkan bola lampu pijar 60-65 Watt, saat musim hujan 75 Watt, dan saat musim kemarau 60 Watt per 100 ekor anak ayam. Pemanas semacam ini cukup menguntungkan, karena dapat memberi kehangatan yang stabil, dengan intensitas pemanasan yang lebih tinggi, dan tidak mengotori udara, sebab tidak mengeluarkan asap.

  2. Sumber pemanas Gas
    Sumber pemanas yang menggunakan bahan bakar gas, dirancang dalam berbagai ukuran; besar, kecil, dan sedang.Masing-masing ukuran dengan bentuk yang berbeda, empat persegi panjang atau bulat. Karena menggunkan bahan bakar gas, maka disebut juga gasolec. Gasolec memiliki mekanisme kerja yang mirip dengan kompor. Namun sumber pemanas ini dirancang khusus menghadap ke bawah mengarah ke lantai.

    Gasolec digunakan dengan cara menghubungkan antara tabung gas dengan regulator menggunakan selang. Kemudian, regulator dihubungkan dengan Gasolec. Gasolec digantung setinggi 1 m-1,5 m dari lantai. Pemasangan gasolec ini tidak boleh terlalu rendah atau terlalu tinggi. Sebab jika terlalu rendah panas tidak dapat tersebar luas. Disamping itu, ada kemungkinan litter terbakar. Sebaliknya, jika terlalu tinggi, maka intensitas panas yang diperoleh menjadi lebih rendah. Panas tidak bisa mencapai DOC, tetapi tersebar didalam ruangan bagian atas.

  3. Sumber pemanas Batu bara.
    Sumber pemanas yang menggunakan bahan bakar batu bara pun dirancang secara khusus sehingga memiliki mekanisme kerja yang juga tidak jauh berbeda dengan kompor. Perbedaanya ialah, pada sumber pemanas batubara dilengkapi dengan sungkup atau tudung.
    Ada berbagai macam sumber pemanas dengan bahan bakar batubara, yang masing-masing dirancang berdasarkan kemampuanya dalam memberikan panas kepada anak ayam. Misalnya, ada yang berkapasitas untuk 500 ekor anak ayam, ada pula yang lebih dari 500 ekor atau kurang.

  4. Sumber pemanas minyak tanah.
    Sumber pemanas dengan bahan bakar minyak tanah ini juga diciptakan secara khusus sebagai sarana pemanas anak ayam. Mekanisme kerja alat ini juga mirip kompor, akan tetapi dilengkapi dengan sungkup menghadap kebawah dan dipasang dengan ketinggian +- 60 cm dari lantai.





LEBIH LANJUT 

Pencegahan dan pemberantasan penyakit DOC ayam petelur

Pencegahan merupakan usaha utama dalam rangka pemberantasan penyakit daripada pengobatan. Sebabkandang yang telah terkena infeksi suatu penyakit akan sangat merugikan peternak. Maka sebagai tindakan pengamanan perlu ada usaha pengendalian dengan jalan pencegahan.Pencegahan terhadap suatu infeksi penyakit bisa dilakukan dalam 3 bentuk, yakni: Isolasi, Sanitasi dan Vaksinasi, deworming, serta pemberian coccidiostat dan antibiotik.

Isolasi, anak ayam pada fase starter sangat sensitive terhadap infeksi penyakit maka sebagai persiapan, Indukkan atau brooder harus diletakkan berjauhan dengan ayam-ayam yang besar guna mengurangi penularan penyakit. Jika kutuk dipelihara di tempat yang habis dipakai ayam-ayam yang sudah dewasa, maka tempat tersebut harus benar-benar dibikin bersih dengan disucihamakan secara seksama. Kandang dibiarkan kosong sementara, kurang lebih 21 hari kemudian baru diberikan litter yang bersih dan kering. Vaksinasi dengan pemberian vaksin aktif, hal ini termasuk langkah mengisolasi anak ayam dari penyakit.

Sanitasi, sebelum anak ayam dating terlebih dulu semua peralatan didalam kandang harus dibersihkan dan disucihamakan dengan maksud agar tempat tersebut bebas dari kuman-kuman. Apalagi jika tempat tersebut pernah dipakai oleh ayam-ayam yang pernah terkena wabah penyakit.

Sehubungan dengan sanitasi ini yang perlu mendapat perhatian terutama kandang, peralatan dan lingkungan sekitar. Adapun pelaksanaannya dengan menjaga lingkungan selalu dalam keadaan bersih. Melakukan pemyemprotan dengan desinfektan minimal dua kali seminggu. Tempat pakan dan minum harus dicuci setiap hari. Litter diganti dan yang basah cepat-cepat diganti.

Vaksinasi yang perlu dilakukan peternak adalah ND, IBD, IB, AI dan Marek,s. Khusus untuk vaksinasi marek,s biasanya dilakukan oleh breeder atau perusahaan pembibitan. Adapun program vaksinasinya bisa mengikuti tata cara yang diberikan oleh masing-masing dari produk vaksin tersebut.

Deworming atau pemberian obat cacing yang pertama dilakukan pada waktu ayam mencapai umur 4-6 minggu, kemudian diulang 1 atau 3 bulan sekali. Adapun obat cacing yang bisa diberikan antara lain adalah piperazine powder.

Sampai saat ini penyakit coccidiosis merupakan salah satu penyakit yang amat ganas atau paling banyak diderita, minimal ada 8 jenis coccidian yang bisa menyerang pada ayam. Coccidia ini hidup subur pada litter yang basah atau lembab. Dalam keadaan yang buruk emacam itu, coccidiostat tak mampu menahan pertumbuhan coccidian. Oleh karena itu coccidiosis sekonyong-konyong bisa menjadi wabah.

Oleh karena itu, untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan penyakit coccidiosis ini perlu ada program tersendiri. Sebab jenis penyakit ini perlu ada program tersendiri. Sebab penyakit ini merupakan masalah yang sangat umum diderita anak ayam yang umurnya kurang dari 2,5 bulan. Anak ayam yang berumur lebih dari 10 minggiu biasanya sudah kuat terhadap infeksi coccidiosis.

Pada fase-fase tertentu sebaiknya anak ayam juga diberikan antibiotic dalam bentuk feed supplement. Pemberian antibiotic ini dimaksudkan untuk mencegah infeksi, menstimulir atau meningkatkan pertumbuhan dan menghindarkan stress.



baca juga:

Teknik pemberian pakan DOC ayam petelur


Teknik pemberian pakan DOC ayam petelur

Yang dimaksud teknik pemberian pakan disini adalah cara-cara penyajian makanan yang mengandung pergertian bahwa ransum yang disajikan itu akan lebih efektif dan efisien, dimana ransum yang diberikan termakan habis dan dimakan merata oleh seluruh anak ayam di dalam satu indukkan, sehingga mencukupi bagi pertumbuhan tubuh yang diperlukan.

Pada saat anak ayam baru dating dan dimasukkan kedalam kandang brooder, mereka cukup diberikan air minum yang mengandung antibiotic, vitamin-vitamin dan gula. Setelah dua jam, mereka baru diberikan pakan. Pada anak ayam umur sehari sampai 3 hari pemberian makanan cukup ditaburkan saja diatas kertas Koran atau tempat lain yang memiliki permukaan rata dan mudah dicapai oleh anak ayam. Bentuk makanan yang diberikan, pertama kali adalah makanan butiran dengan maksud untuk melatih alat pencernaan.

Makanan yang bercampur dengan kotoran hendaknya selalu dibersihkan. Makanan hendaknya disajikan secara bebas (ad libitum), tapi pengisian tempat makan tak boleh melebihi dari setengah, maka pemberian pakan ini harus diberikan berulang kali, atau dengan pengaturan 3-4 kali sehari. Hal ini dimaksudkan agar pemberian makanan yang tercecer atau tumpah bisa di hindarkan.

Dengan demikian anak ayam pun akan makan lebih baik, sehingga pertumbuhan bisa cepat dan seragam. Tetapi meskipun pemberian pakan itu secara bebas, namun jumlahnya perlu dipertimbangkan dengan kebutuhannya, sesua umur atau fase hidup mereka. Sebagai pedoman bisa diperhatikan dari tebel berikut ini:


Kebutuhan Pakan Masa Starter
Umur Ayam
Jumlah Makanan
Bobot Ayam (gram)
Minggu ke
Hari Ke
ekor/hari (gram)
100 ekor/hari (kg)
1
1 - 7
12
1,2
35
2
8-14
18
1,8
100
3
15-21
23
2,3
150
4
22-28
28
2,8
200
5
29-35
33
3,3
285
6
36-42
38
3,8
370
7
43-49
43
4,3
450
8
50-56
48
4,8
530
Sumber: Isabrown

Untuk air minum diberikan secar bebas juga dengan ketentuan air harus bersih, dingin/segar dan sudah dimasak dengan maksud agar air yang telah tercemar oleh suatu bibit penyakit bisa betul-betul bersih. Selain itu air diberikan vitamin, antibiotic dan coccidiostat, dan setiap hari harus diganti.


baca juga:

Brooder yang stabil dan kontinyu sangat diperlukan untuk doc ayam petelur

Brooder yang stabil dan kontinyu sangat diperlukan untuk doc ayam petelur

Pemanasan dari luar untuk ayam fase starter (umur 0 – 4 minggu) mutlak diperlukan. Hal ini karena anak ayam umur sehari (doc) temperature tubuhnya sekitar 103 F (39 C). Jika anak ayam tadi secara langsung diberi pemanasan sekitar 80 F (27C), maka hal ini mengakibatkan penerunun temperature tubuh doc tersebut menjadi sekitar 82-83 F. Dan penurunan suhu tubuh tersebut akan diikuti adanya perubahan aktivitas daripada fungsi organ tubuh.

Apabila doc langsung diberi pemanasan 70 F atau hanya sesuai dengan suhu ruang maka akibatnya:
1. Kutuk-kutuk tak akan banyak makan, karena napsu makannya berkurang maka akan menganggu proses pertumbuhan.
2. Makanan yang dimakan tak digunakan sebagai proses pertumbuhan, melainkan hanya dipakai penyesuaian tubuh terhadap panas yang ada.
3. Dan apabila mereka tak mampu menyesuaikan diri dengan temperature sekeliling, maka kutuk-kutuk itu akan mati
Itulah sebabnya tambahan panas dari indukan mutlak diperlukan. Panas tambahan itu harus diatur bsesuai dengan kebutuhannya.

Untuk menciptakan temperature sesuai dengan yang dikehendaki, maka besar atau kecilnya suhu pemanasan bisa diatur. Pengaturan tersebut bisa dilakukan sebagai berikut:
1. Dua – tiga jam sebelum kutuk dimasukkan, lampu pemanas harus sudah dinyalakan didalam indukkan
2. Anak Ayam umur 1 minngu 95 F
3. Anak Ayam Umur 2 minggu 90 F
4. Anak ayam Umur 3 minggu 85 F
5. Anak ayam umur 4 minggu 80 F
Jadi setiap minggu, temperature diturunkan 5 F atau 3 C, sampai pemanas tambahan itu tidak dibutuhkan lagi. Biasanya pemanasan ini bisa berlangsung 2 – 4 minggu. Tetapi juga sangat tergantung kepada lingkungan.

Dalam prakteknya, mengukur panas dengan thermometer tidaklah praktis. Untuk lebih praktisnya para peternak cukup memperhatikan tingkah laku kutuk-kutuk tersebut dalam indukan:
1. Bila suhu indukan terlampau panas, maka kutuk-kutuk akan menjauhi sumber panas, mereka akan berjejal-jejal di tepi.
2. Sebaliknya suhu indukan terlampau dingin, mereka akan berkumpul dan saling berimpit-impitan mengelilingi sumber panas.
3. Jika keadaan suhu telah cukup atau sesuai, maka kutuk-kutuk akan tersebar merata dan aktif mencari makan.

Suhu indukan yang tidak stabil akibat turun naiknya sumber pemanas yang kurang sempurna, akan sangat menganggu proses hidup anak ayam. Suhu yang terlampau dingin akan mengakibatkan anak ayam masuk angin dan tak mau makan, yang akhirnya membawa kematian atau sakit.Demikian juga jika keadaan terlalu panas, maka kutuk akan selalu kehausan, mulut selalu terbuka dan akhirnya sakit.

Didaerah seperti negara kita ini dimana siang hari suhu berkisar 80-85 F maka bila kutuk tadi sudah mencapai umur 2 minggu pada siang hari pemanas sudah bisa dimatikan. Kemudian pada sore hari pemanas tersebut dinyalakan kembali. Tetapi walaupun demikian, hal ini sangat tergantung pada cuaca. Artinya apabila hari hujan atau dingin walaupun siang hari, pemanas tersebut harus tetap dinyalakan.




baca juga:

Pengisian Khutukan dengan DOC baru



Pengisian Khutukan dengan DOC baru

Tindakan yang harus dilakukan peternak pada waktu mengisi indukan dengan DOC baru ialah, mencek jumlah DOC yang baru tiba dari agen, menyortir, dan mengatur kepadatan.
  1. Pada saat DOC didalam kemasan dibuka, dan kemudian dimasukkan kedalam indukan, peternak harus mencek jumlah DOC tersebut dengan cara menghitungnya satu per satu. Jumlah DOC harus sesuai dengan jumlah yang tertera pada kemasan atau sesuai dengan keterangan dari agenya.
  2. Menyortir DOC.
    Bersamaan dengan perhitungan DOC yang akan dimasukan ke dalam indukan, peternak dapat melakukan seleksi atau penyortiran sekaligus terhadap anak ayam yangh cacat, misalnya kaki pengkor, terlalu kecil, lemah dan sebagainya.
    Semua DOC yang cacat tidak perlu dimasukkan ke dalam indukan, dan lebih baik dipisahkan/dikeluarkan saja. Hal ini dilakukan karena anak ayam petelur akan dipelihara dalam waktu panjang, minimal selama 18 bulan. Berbeda dengan DOC broiler, walaupun DOC broiler tersebut cacat, tetapi dipertahankan untuk terus dipelihara dalam waktu singkat, 36-42 hari saja. Sementara, DOC yang mamti dalam kemasan (boks) atau mati saat tiba, dan jumlah kematian tersebut cukup tinggi, maka menunjukkan adanya ketidakwajaran. Kasus semcam itu harus segera dilaporkan kepada agen sehingga agen segera dapat bertindak sesuai kesepakatan yang ada.
  3. Mengatur kepadatan ruang indukan
    Sebagai pedoman, peternak dapat mengatur ruang indukan dengan kepadatan untuk tiap 100 ekor anak ayam, sebagai berikut:
    1) umur 0-1 minggu : 1 m2
    2) umur 1-2 minggu : 2 m2
    3) umur 2-3 minggu : 3 m2
    4) umur 3-4 minggu : 4 m2

    Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi, bila kepadatan ruang indukan berlebihan:
    1. Pertumbuhan Tidak seragam.
      Bagi anak ayam yang kalah dalam kelompoknya, mereka akan mengalami kesulitan untuk mendapatkan jatah makan dalam jumlah yang cukup. Sehingga dengan demikian, pertumbuhanya juga akan terhambat dan kalah dibanding yang lain.
    2. Kanibalisme.
      Dalam kondisi ruangan dengan tidak saling mengenal ini populasi yang terlalu padat pada umumnya anak ayam tidak saling mengenal, mereka hanya mengenal sesama kawan dalam kelompok terbatas. Anak ayam yang tidak saling mengenal ini akan saling membunuh. Perebutan dalam mendapatkan jatah makanan yang tidak cukup, juga dapat memacu timbulnya kanibalisme.
    3. Kelembapan dan kadar amonia meningkat.
      Semakin padat suatu ruangan, semakin tinggi juga kelembapan dan kadar amonia nya. Hal ini disebabkan oleh semakin banyaknya kotoran, sisa metabolisme, dan juga makanan yang tercecer per satuan luas ruangan. Sehingga udara segar dalam ruangan pun semakin berkurang.
      Untuk menciptakan ruang gerak yang cukup nyaman bagi anak ayam dan kesegaran udara dengan kelembapan yang optimal, maka pada setiap waktu peternak harus dapat menambah luas ruangan sesuai dengan meningkatnya umur dan berkembangnya anak ayam. Jika tidak, anak ayam akan berdesak-desakan karena luas kandang yang pertama tidak memadai lagi. Dengan kondisi semacam ini, luas kandang harus diatur kembali dengan cara menggeser pembatas indukan, satu minggu sekali atau dengan memindahkan sebagian anak ayam kedalam indukan yang lain.

--- semoga bermanfaat---




baca juga:

Pemeliharaan DOC ayam petelur fase awal



Pemeliharaan DOC ayam petelur fase awal

Berbagai persiapan kandang yang harus dilakukan oleh setiap peternak untuk menyambut kedatangan DOC, adalah sebagai berikut:

  1. Pencucian kandang. Mencuci kandang berarti membersihkan seluruh ruangan kandang, dinding, langit-langit dan segala peralatan yang ada. Upaya membersihakan kandang ini diawali dengan pencucian, kemudian men-sucihamakn kandang, dan di akhiri dengan peengistirahatan kandang. Dengan demikian, kandang kandang dan segala peralatan kandang yang sudah dibersihkan, tidak langsung diisi dengan DOC, akan tetapi harus di istirahatkan terlebih dulu, minimal selama 21 hari. Sebelum DOC tiba, kandang dan peralatan harus disemprot sekali lagi dengan obat anti-kuman (desinfektan)

  2. Pemasangan pembatas pada indukan. Pembatas sebagi pelindung dalam ruang indukan, sangat penting artinya bagi anak-anak ayam yang dipelihara pada masa awal. Sebabdengan pembatas tersebut, anak ayam tidak akan bergerak terlalu jauh meninggalkan indukan, tempat makan da air minum. Karena anak ayam tersebut masih memerlukan panas tambahan dari luar, dan disamping itu, jangkauanya untuk mengenal lingkungan masih sangat terbatas. Beberapa hal penting yang perlu dip[ersiapkan dalam pemasangan pembatas adalah meliputi bahan dan ukuran yang digunakan. Bahan bisa berasal dari seng, hardboard, triplek, papan ataupun bahan lain.
Ukuran pembatas untuk indukan sebagai berikut:
  1. Pembatas berbentuk lingkaran, yang dibuat dari seng. Pembatas ini memiliki tinggi 45 cm, garis tengah 200cm, dan mampu menampung 500ekor DOC. Adapun yang bergaris tengah 300 cm lebar 120 cm mampu menampung 750-1000 ekor DOC.

  2. Pembatas berbentuk empat persegi panjang, yang dibuat dari tripllek atau papan. Pembatas ini memiliki tinggi 60 cm, panjang 240 cm, lebar 120 cm, dan mampu menampung 250 ekor DOC.
Pembatas yang berbentuk lingkaran, seminggu sekali harus diperlebar sedangkan yang berbentuk persegi panjang, kapasitasnya diperjarang. Kedua hal ini dilakukan dengan tujuan yang sama, yaitu untuk memperlonggar ruang indukan.

  1. Penyediaan dan pemberian litter. Setelah pembatas indukan dipasang, lantai segera ditebari dengan litter secara merata. Pada minggu pertama DOC itu dibesarkan, litter ditutup dengan koran sebanyak 7 lapis. Setiap hari, alas koran itu dibersihkan dengan cara mengambil koran lapisan teratas. Pekerjaan semacam ini berlangsung selama 7 hari, sehingga pada hari ke delapan, litter tersebut sudah tidak tertutup lagi. Penutupan litter bertujuan agar DOC tidak mematuk sekam, karena pada waktu itu DOC belum mengenal makanan secara baik. Litter merupakan alas lantai yang terdiri atas bahan-bahan yang mampu menyerap air, tidak mudah menjadi padat dan menggumpal. Bahan litter tersebut pada umumnya berupa meranglemut, serbuk gergaji, pasir, jerami yang dicincang halus ataupun jenis bahan yang lain.

  2. Penyiapan Pemanas. Selama 21 hari telur dierami induknya, telur tersebut akan mendapatkan panas dari tubuh induk sekitar 41 derajat celcius. Akan tetapi, setelah telur menetas berupa DOC, maka DOC tersebut harus menghadapi suhu yang lebih rendah, yaitu sekitar 29 derajat celcius, bahkan dipagi hari kuarang dari 27 derajat celcius. Oleh karena itu, utnuk menjamin kenyamanan DOC yang barusaja menetas diperlukan suhu tambahan, sehingga tidak jauh beda dengan suhu induk. Suhu tambahan tersebut berupa sumber pemanas dari luar yang biasa disebut indukan. Sumber atau alat pemanas ini berfungsi sebagai induk. Alat pemanas ini hanya digunakan pada masa awal pemeliharaan

LEBIH LANJUT 


baca juga:

Penjagaan kesehatan ayam petelur



Penjagaan kesehatan ayam petelur

Setelah ayam mencapai kedewasaan, daya tahan terhadap penyakit lebih kuat daripada masa-masa sebelumnya. Tetapi harus dingat meskipun daya tahan tubuhnya sudah lebih kuat, kuman populasi yang lebih besar tetap saja mampu untuk menginfeksinya. Oleh karena itu, tetap diperlukan juga penanggulangan terhadap seperti halnya masa-masa pembesaran dan pertumbuhan.

Adanya infeksi penyakit dan kematian yang tinggi pada periode bertelur, pada umumnya diakibatkan oleh berbgai sebab, antara lain sebagai berikut ini:

  1. Wabah berbagai penyakit, terutana ND, CRD dan organisme lain seperti kolera maupun coli.
  2. sanitasi atau kebersihan kandang, peralatan dan lingkungan yang tidak baik, misalnya makanan tercemar oleh penyakit melalui lalat, bangkai ayam yang tidak terbasmi sempurna, sampah, lantai becek dan lain sebgainya, akan mengundang berbagai penyakit.
  3. Faktor manajemen atau pemeliharaan yang tidak baik, antara lain populasi ayam terlalu padat, pemberian makanan dan air minum yang tidak terkontrol, pengaturan cahaya tambahan yang tidak tepat, dapat membuat ayam menjadi stres dan akhirnya mengarah kepada suatu kondisi yang lemah.
  4. Pemberian ransum dengan kandungan gizi yang tidak sesuai, karena protein dan energi yang masuk kedalam tubuh ayam rendah akibat suhu lingkungan terlalu tinggi.
Untuk melakukan pengendalian terhadap kemungkinan-kemungkinan berinfeksinya berbagai macam penyakit tersebut, perlu dilakukan tindakan sebagai berikut:
  1. Melaksanakan program vaksinasi terutama terhadap penyakit ND dan penyakit-penyakit lain yang disebabkan Virus.
  2. Melaksanakan program sanitasi secra ketat, menjaga kebersihan lingkungan kandang dengan cara penyemprotan secara rutin, 2 minggu sekali.
  3. menguatkan daya tahan tubuh ayam dengan cara memberikan ransum yang baik, yang memiliki kandungan nutrisi dengan iimbangan yang sesuai, serta menambahkan unsur-unsur penting lainya misalnya vitamin, mineral, dan antibiotik kedlam ransum sesuai kebutuhan.
  4. Menjaga terlaksananyaprogram tatalaksana yangbenar, antara lain dengan mengatur populasi yang optimal, memberi tambahan cahaya yang sesuai, menyediakan peralatan kandang yang memadai dan persyaratan kandang yang baik, memberikan makan dan air minum
  5. membersihkan lingkungan kandang secara rutin.


baca juga:

Jumlah pakan yang harus diberikan pada DOC masa starter

Jumlah pakan yang harus diberikan pada DOC masa starter

Makanan dan air minum bagi anak ayam masa awal harus tersedia sepanjang waktu. Pemberian pakan dan air minum dilakukan berulang kali, selama 24 jam. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk memberi kesempatan kepada DOC untuk makan dan minum setiap saat membutuhkan. Mengingat pada waktu itu, tembolok DOC sebagai penampung makanan masih terbatas, sehingga makanan cepat habis.

Dengan kondisi tembolok semacam itu, maka DOC pada setiap saat harus mengisi kembali, dengan cara makan berulang kali tanpa kunjung berhenti.

Akan tetapi pemberian makanan ini harus diatur secukupnya saja. Sebab bila tempat makanan itu diisi penuh sekaligus, maka makanan akan mudah tercecer, dan itu berarti suatu pemborosan. Sebagai pedoman, jumlah makanan yang harus diberikan kepada anak ayam sesuai dengan tabel dibawah ini:

Kebutuhan Pakan Masa Starter
Umur Ayam Jumlah Makanan Bobot Ayam (gram)
Minggu ke Hari Ke ekor/hari (gram) 100 ekor/hari (kg)
1 1 - 7 12 1,2 35
2 8-14 18 1,8 100
3 15-21 23 2,3 150
4 22-28 28 2,8 200
5 29-35 33 3,3 285
6 36-42 38 3,8 370
7 43-49 43 4,3 450
8 50-56 48 4,8 530
Sumber: Isabrown


---semoga bermanfaat---



baca juga:

Pemberian air minum untuk DOC yang baru datang

Pemberian air minum untuk DOC yang baru datang

Anak ayam yang baru menetas memiliki ketahanan tanpa makan dan minum, hingga 48-72 jam. Sebab selama itu, anak ayam tersebut masih memiliki persediaan makanan dari tubuhnya. Oleh karena itu, anak ayam yang baru tiba dari agen, tidaklah perlu diberi makan, melainkan harus di istirahatkan dulu untuk menenangkanya. DOC tersebut tidak boleh diberi makan sebelum sempat diberi air minum.


Karena anak ayam pada saat itu masih dalam kondisi stress akibat perjalanan jauh dalam pengiriman, Dalam keadaan stres semacam itu, anak ayam banyak kehilangan banyak cairan dan energi. Untuk mengembalikan cairan dan energi yang hilang, maka anak ayam yang baru tiba tersebut perlu diberi air gula dengan melarutkan sebanyak 20 gram gula per liter air minum atau 1 kg gula per 50 liter air, selama +- 5 jam.

Setelah DOC memperoleh minuman berupa air gula, kemudian dilanjutkan dengan pemberian obat anti stres melalui air minum yang bertujuan untuk meringankan beban yang mencekam anak ayam akibat perjalanan jauh.

Untuk mengendalikan penyakit bawaan anak ayam, dapat diberi obat antibiotik, yang diberikan dalam air minum selama 3-4 hari. Pemberian antibiotik ini dilakukan sesudah anak ayam cukup minum air gula.

---semoga bermanfaat---




baca juga:

Tipe DOC (day old chick)

Tipe DOC (day old chick)

DOC(day old chick), anak yam umur 1 hari sangat menentukan keberhasilan usaha ternak ayam. Kondisi DOC yang baik merupakan modal awal yang sangat penting.

DOC yang baik ditandai dengan kriteria sebagai berikut:
  1. Berat badn memenuhi berat ideal, yaitu 35 g atau sesuai berat badan standar, yaitu tidak kurang dari 32 g. Berat badan DOC berkorelasi positif terhadap laju pertumbuhan ayam.
  2. Berperilaku gesit, lincah, dan aktif mencari makan. Jika dipegang akan bereaksi, kotoran tidak lengket di dubur.
  3. Posisi dalam kelompok selalu tersebar.
  4. Rongga perut elastis, pusar kering tertutup bulu kapas yang halus, lembut dan mengkilap.
  5. Mata bulat dan cerah.
Apabila dalam upaya pemilihan bibit ini peternak mampu mengidentifikasikan kondisi berdasar kriteria diatas, maka paling tidak hal ini akan mengurangi resiko karena adanya faktor dalam yang tidak kita kehendaki.

Dalam dunia peternakan, bibit ayam ras petelur oleh para breeder dibedakan menjadi dua tipe, yaitu tipe ringan dan tipe sedang.

DOC tipe ringan

Ayam tipe ringan ini dikembangkan secara khusus untuk memproduksi telur. Seluruh sumber daya yang dimiliki ayam dikerahkan untuk produksi telur. ayam tipe ringan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Badan kecil, ramping dan berperilaku lincah.
  2. Jengger tunggal, berukuran besar serta seolah-olah jatuh kesamping.
  3. Mata bersinar cerah.
  4. Kedewasaan kelamin tumbuh awal, umur 4 bulan mulai produksi.
  5. Produksi telur tinggi, dengan kulit telur agak tipis dan berwarna putih.
  6. Lebih peka terhadap lingkungan dan mudah terkejut.
Beberapa strain yang termasuk dalam tipe ringan adalah Babcock, Hisex white, Ross white, Hubbard leghorn.

DOC tipe sedang

Ayam tipe sedang ini dikembangkan untuk memproduksi telur sekaligus daging (sesudah masa afkir). Dengan demikian, ayam jenis ini membagi sumber dayanya untuk memproduksi telur dan daging. Oleh karena itu, ayam tipe medium ini disebut juga dengan ayam tipe dwi guna. Tetapi titik berat sumber dayanya tetap diarahkan pada produksi telur. ayam tipe ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Ukuran badan lebih besar dan lebih kokoh daripada tipe ringan, serta berperilaku tenang.
  2. Timbangan badanya lebih berat daripada tipe ringan, karena jumlah daging dan lemaknya lebih banyak.
  3. Otot-otot kaki dan dada lebih tebal.
  4. Produksi telur cukup tinggi, dengan kulit telur tebal dan berwarna coklat.
Beberapa strain yang termasuk dalam tipe sedang ialah Lohman Brown, Hisex Brown, Hubbard Golden Comet, Rosa Brown, Dekalb Brown, Isa Brown. Akhir-akhir ini peternak lebih cenderung memilih tipe sedang karena prduksi telurnya cukup tinggi dan daging afkiranya pun juga lumayan.

LEBIH LANJUT 

---semoga bermanfaat---