TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN DAN DUKUNGANYA
SELAMAT BERGABUNG BERSAMA KAMI


12 JULI 2018---Sdr. BAYU WINAJI dari TANGERANG---Sdr. MOH. BAYU N dari JAKARTA---Sdr. ANWAR SOLIHIN dari TASIKMALAYA---Sdr. ATI CELA dari SAMARINDA---TOKO SUGI JAYA ABADI dari BLITAR---Sdr> YUNFIKA ROHMATUL FAIDA dari CIAMIS---Sdr. FAHMI dari PURWOKERTO---Sdr. MUH. FARHAN dari CIAMIS---Sdr. RIDWAN FAUZI dari MAGELANG---Sdr. ENDI dari CIREBON---Sdr> H. AIP dari TASIKMALAYA---Sdr. FETI FATIMAH dari MAJALENGKA---Sdr. SITO WIDODO---Sdr. H. TONO dari KUNINGAN---Sdr. CECEP DENI dari TASIKMALAYA---Sdr. CICIP SUSANTO dari BANYUMAS---Sdr. SRI ENDAHYANI dari TRENGALEK---Sdr. ASRI FITRIA NURJANAH dari TASIKMALAYA

PASTIKAN KEAKURATAN SUMBER INFORMASI ANDA LANGSUNG DARI INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
CENTRAL INFORMASI HARGA TELUR BLITAR
PROFESIONAL, INDEPENDEN DAN TERPERCAYA


PASTIKAN ANDA TIDAK KETINGGALAN INFORMASI HARI INI DENGAN MENJADI ANGGOTA SMS INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA

CARANYA

KETIK GABUNG KIRIMKAN KE NOMOR DIBAWAH INI

085755064745


SELALU BERKOMITMEN MENJAGA INFORMASI YANG KONTINYU DAN INDEPENDEN TANPA INTERVENSI DARI PIHAK MANAPUN

INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
ACUAN STANDAR HARGA TELUR BLITAR YANG INDEPENDEN DAN TERPERCAYA
UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT :
SMS/WhatsApp

085755064745

Didalam kesepakatan pasti akan ada pengkhianatan

Ini hanya sebuah cerita, ada di suatu daerah dimana didaerah tersebut terdapat beberapa pedagang dan peternak. Para peternak ini bebas menjual telurnya ke  pedagang manapun yang ada, tergantung mana yang berani membeli dengan harga yang lebih tinggi. Tidak ada keterikatan bahwa peternak A harus menjual telurnya ke pedagang A dan sebaliknya Pedagang B juga harus membeli ke peternak B. Masing-masing pedagang dan peternak ini merupakan pedagang dan peternak bebas.

Pada suatu hari, para peternak ini bersepakat, bahwa untuk harga jual telur hari ini dijual dengan harga segini, misalnya, jadi kalau pedagang nggak berani ambil segini nggak usah di jual begitulah kira-kira bunyi kesepakatannya. Diharapkan dengan adanya kesepakatan tersebut para peternak bisa mendapatkan untung yang maksimal. Tanpa mau tahu kondisi dan kemampuan pasar yang ada. 

Kapasitas produksi antara peternak yang satu dengan dengan peternak yang lain itu tentu berbeda-beda, kemampuan peternak yang satu dengan yang lain itu juga berbeda-beda, ada yang peternak tanpa menjual telurnya hingga satu bulan pun masih bisa bertahan, tapi ada juga peternak yang ayamnya belum bertelur uangnya udah diambil duluan, alias ngutang. Hal seperti ini logis saja, setiap manusia itu punya kebutuhan dan kemampuan yang berbeda-beda. Jadi membuat kesepakatan itu sah-sah saja, tapi ya jangan pernah terlalu berharap bahwa semua akan taat pada kesepakatan yang ada, tetap berpikirlah yang realistis dan logis. Perhatikan saja selalu update harga riil yang ada, kalau memang harga turun ya jangan minta naik, demikian juga jika harga naik jangan malah di turunkan. Kayaknya kok nggak ada ya, kalau harga naik kok malah di turunkan.

Demikan juga dengan komunitas para pedagang, mereka pun tak mau kalah dan  mencoba juga  membuat kesepakatan. Jangan ambil telur ke peternak jika harganya nggak mau segini, begitu kira-kira bunyi kesepakatannya. Sebagai pedagang anda ya jangan langsung menerima begitu saja kesepakatan yang ada itu, bisa-bisa kalau semua pedagang nggak ambil ke peternak justru pedagang yang paling keras teriaknya tadi yang malah ambil dan langsung meluncur mengisi kekosongan pasar yang ada. Jadi tetap saja dalam bekerja itu selalu berpikirlah secara realistis dan logis. Jangan menganggap kesepakatan itu merupakan harga mati, kita ini pekerja yang merdeka, kita bebas mau jual kemana saja dan  beli dimana saja, tetapi  jangan lupa, kita harus tetap memperhatikan etika bisnis yang baik antara pelaku bisnis yang satu dengan yang lain. Karena dunia ini bukan hanya milik kita sendiri. Dan yang terpenting, selalu saja ikuti perkembangan harga yang ada, terutama dari sumber informasi yang profesional, independen dan sudah terbukti dan teruji di gunakan sebagai dasar acuan bagi para pedagang maupun peternak pada umumnya.