TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN DAN DUKUNGANYA
SELAMAT BERGABUNG BERSAMA KAMI


16 Maret 2022---Sdr. DEDI MULYONO dari SUMEDANG---Sdr. TITO ADI dari TASIKMALAYA---Sdr. ELLY NURMAYATI dari JOMBANG--- Sdr. FRAZI MAULANA H---Sdr. WINI dari JAKARTA---Sdr. IHSAN dari TASIKMALAYA---Sdr. RIZAL KHOERUL A dari TASIKMALAYA---Sdr. GUNTUR SUBANDI dari TASIKMALAYA---Sdr. DARMANTO dari TRENGALEK---

PASTIKAN KEAKURATAN SUMBER INFORMASI ANDA LANGSUNG DARI INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
CENTRAL INFORMASI HARGA TELUR BLITAR
PROFESIONAL, INDEPENDEN DAN TERPERCAYA


PASTIKAN ANDA TIDAK KETINGGALAN INFORMASI HARI INI DENGAN MENJADI ANGGOTA SMS INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA

CARANYA

KETIK GABUNG KIRIMKAN KE NOMOR DIBAWAH INI

085755064745


SELALU BERKOMITMEN MENJAGA INFORMASI YANG KONTINYU DAN INDEPENDEN TANPA INTERVENSI DARI PIHAK MANAPUN

INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
ACUAN STANDAR HARGA TELUR BLITAR YANG INDEPENDEN DAN TERPERCAYA
UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT :
SMS/WhatsApp

085755064745

Bahan baku pakan berdasarkan asalnya I

Bahan baku pakan berdasarkan asalnya dapat dibedakan menjadi 2 macam yakni, bahan baku asal tumbuh-tumbuhan dengan hasil ikutanya dan bahan baku asal hewan dengan hasil ikutanya.
  • Bahan baku asal tumbuh-tumbuhan
    Bahan baku pakan asal tumbuh-tumbuhan dengan hasil ikutanya yang biasa digunakan sebagai komposisi dalam membentuk ransum adalah: Jagung kuning, dedak padi, bungkil kacang kedelai, bungkil tanah dan tepung daun.

    1. Jagung Kuning
      Jagung kuning adalah bahan baku pakan asal tumbuh-tumbuhan yang paling banyak digunakan sebagai unsur pembentuk ransum ternak ayam. Jagung merupakan sumber energi yang cukup tinggi, mencapai 3360 kcal/kg. Akan tetapi kadar protein jagung rendah hanya sekitar 9%, dan miskin asam amino terutama lysine dan tryptophan. Oleh karena itu, jika penggunaanya berlebihan, maka kandungan asam amino didalam ransum akan berkurang. Pemakaian ideal jagung kuning dalam ransum adalah berkisar 30% - 45%
    2. Dedak padi
      Dedak padi banyak digunakan sebagai salah satu unsur pembentuk ransum ternak ayam karena harganya yang relatif murah dan kandungan nutrisinya yang cukup tinggi, terutama kandungan protein dan energinya masing-masing mencapai 13,5% dan 1270 - 2740 kcal/kg. Akan tetapi, perlu diketahui oleh para peternak bahwa bahan ini nutrisinya sangat bervariasi, sehingga hal ini akan mempengaruhi mutu ransum. Berdasarkan tingkatan mutunya, dedak dapat dibedakan menjadi 4 macam:
      • Dedak kasar
        Dedak ini terdiri atas pecahan kulit gabah yang masih tercampur dengan kulit beras, yang kadar serat kasarnya secara keseluruhan minimal 25%
      • Dedak Halus
        Dedak halus seperti halnya dedak kasar, terdiri atas pecahan kulit gabah dan kulit beras, tetapi kulit berasnya lebih banyak daripada dedak kasar. Bahan ini memiliki kandungan serat kasar sekitar 20%
      • Dedak halus / PK II
        Terdiri dari campuran antara kulit beras dalam jumlah besar dan sedikit pecahan kulit gabah. sehingga kandungan serat kasarnya kurang dari 12%
      • Separator/kebi
        Seperti halnya dedak halus, terdiri atas kulit beras dalam jumlah besar dan sedikit pecahan kulit gabah, adapun kandungan serat kasarnya kurang dari 6%
    3. Bungkil Kacang kedelai
      Kacang kedelai tidak pernah digunakan sebagai makanan ternak dalam keadaan mentah, akan tetapi bahan ini baru dapat dipakai sesudah dimasak terlebih dahulu dengan cara di sangrai atau gorng tanpa minyak. Namun demikiaan kacang kedelai tersebut jarang digunakan dalam penyusunan ransum pakan. Adapun yang biasa digunakan sebagai bahan baku pakan ternak adalah hasil ikutan yang berupa bungkil. Bungkil kacang kedelai memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagus, terutama protein dan energinya, yang masing-masing mencapai 40%-50% dan 2850 kcal/kg. Sementara. serat kasarnya relatif rendah yaitu 6%, sedangkan kandungan Ca dan P nya cukup tinggi. Sebagai unsur pembentuk ransum, sebaiknya bungkil kacang kedelai ini tidak digunakan secara bersama-sama dengan bungkil kacang tanah, karena kedua bahan ini sama-sama miskin asam amino, khusunya methionine.
    4. Bungkil kelapa
      Bungkil kelapa merupakan hasil ikutan dari proses pengolahan minyak kopra. Bungkil kelapa digunakan sebagai unsur dalam membentuk ransum ayam karena harganya relatif murah dan kandungan nutrisinya pun cukup tinggi, terutama protein dan energinya, yang masing-masing mencapai 20%-26% dan 1540 kcal/kg. Demikian pula asam aminonya pun cukup baik, sehingga unsur ini dapat mengurangi pengunaan tepung ikan yang cukup mahal. Sementara, kekurangan unsur lysine dan methionine dalam bungkil kelapa dapat ditopang dengan bahan baku tepung ikan. Kelmahan bungkil kelapa adalah kandungan minyaknya yang terlalu tinggi, sehingga mengakibatkan ransum mudah tengik. Pemaakaian ideal dalam ransum bungkil kelapa adlah berkisar antara 10%-25%.
    5. Bungkil kacang tanah
      Bungkil kacang tanah merupakan hasil ikutan proses pengolahan kacang tanah menjadi minyak. Bahan ini digunakan sebagai bahan penyusun ransum ternak ayam karena kadar proteinya mencapai 40%-55% dan energinya 2430 kcal/kg. Tetapi kadar lysine dan tryptophanya rendah, sedangkan serat kasarnya tinggi, mencapai 13%.
      Pemakaian bungkil kacang tanah sebagai pakan ayam, biasanya selalu dikombinasikan dengan tepung ikan dan bungkil kedelai. Kombinasi dari ketiga unsur bahan baku ini dimaksudkan untuk saling mengisi kekurangan yang terdapat pada masing-masing bahan tersebut. akan tetapi mengombinasikan bungkil kacang tanah dan bungkil kacang kedelai saja tidak tepat, karena kedua macam bahan pakan ini sama-sama miskin methionine.
      Pemakaian ideal bungkil kacang tanah didalam ransum adalah berkisar antara 0%-15%.
    6. Hijauan
      Belakangan ini penggunaan hijauan dalambentuk tepung sebgai unsur dalam ransum ternak ayam sudah biasa dilakukan terutama tepung hijauan yang dibuat dari daun lamtoro dan daun turi. Hal ini dilakukan karena bahan hijauan tersebut merupakan sumber vitamin yang cukup baik.
      • Tepung daun lamtoro
        Tepung daun ini diperoleh dengan cara mengeringkan daun lamtoro kenudian menggilingnya hingga halus. Bahan baku pakan ini digunakan sebagai campuran ransum ayam karena kandungan proteinya tinggi, mencapai sekitar 23% dan kaya akan vitamin, terutama vitamin A. Akan tetapi, karena daun lamtoro ini mengandung glucocid mimosine (toxic), maka pemakaianya terbatas. Pemakaian ideal dalam ransum adlah maksimal 4%.
      • Tepung daun turi
        Seperti halnya daun lamtoro, tepung daun turi pun kaya akan protein dan vitamin A. Akan tetapi, karena daun turi ini memiliki kandungan serat kasar yang tinggi, yakni mencapai kurang lebih 13-14%, maka menyebabkan pemakaiannya juga terbatas. Pemakaian ideal dalam ransum adalah 5%.
    7. Sorghum
      Sebagai bahan baku pakan pembentuk ransum, sorghum lebih unggul daripada dedak dan bungkil kelapa. Bahan baku pakan ini memiliki kandungan protein yang cukup tinggi mencapai 10% sedangkan serat kasarnya yaitu 2,20% dan memeberikan energi yang tinggi yakni 3040 kcal/kg. Namun, di indonesia bahan ini belum banyak digunakan karena belum banyak dibudidayakan. Pemakaian ideal dalam ransum adalah 15%.