TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN DAN DUKUNGANYA
SELAMAT BERGABUNG BERSAMA KAMI


05 OKTOBER 2018---Sdr. ARIS SUBIANTORO (PETERNAK &PEDAGANG) dari KEDIRI---Sdr. SIGIT dari TASIKMALAYA---Sdr. H. JUMAT dari BONDOWOSO---Sdr. ATILPA WILDAN NASRULLAH dari MAJALENGKA---Sdr. ENGKOS / TEDI WAHYUDI dari CIAMIS---Sdr. AGUS dari CIAMIS---Sdr. YENI YUNENGSIH dari TASIKMALAYA

PASTIKAN KEAKURATAN SUMBER INFORMASI ANDA LANGSUNG DARI INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
CENTRAL INFORMASI HARGA TELUR BLITAR
PROFESIONAL, INDEPENDEN DAN TERPERCAYA


PASTIKAN ANDA TIDAK KETINGGALAN INFORMASI HARI INI DENGAN MENJADI ANGGOTA SMS INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA

CARANYA

KETIK GABUNG KIRIMKAN KE NOMOR DIBAWAH INI

085755064745


SELALU BERKOMITMEN MENJAGA INFORMASI YANG KONTINYU DAN INDEPENDEN TANPA INTERVENSI DARI PIHAK MANAPUN

INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
ACUAN STANDAR HARGA TELUR BLITAR YANG INDEPENDEN DAN TERPERCAYA
UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT :
SMS/WhatsApp

085755064745

Harga telur rendah bukan berarti akhir dari segalanya

Dari informasi yang saya dapatkan, perhitungan BEP (Biaya Tatap + Biaya Operasional) Nasional adalah di level 3,5. Hal ini berarti jika kisaran harga pakan itu sekitar 4200/kg nya berarti ideal harga telurnya adalah 4200 X 3,5 yaitu 14700. Ini berarti peternak akan bisa berjalan dengan baik jika harga telurnya berada pada kisaran tersebut.

Rasanya untuk kondisi saat ini, untuk harga telur di farm setinggi itu masih sangat sulit terealisasi. Apalagi di Blitar, yang merupakan pusat peternakan layer, dimana harga telur di sini selalu lebih rendah dari daerah lain.  Hal ini dikarenakan harga telur itu sangat dipengaruhi oleh populasi produksi dan daya beli masyarakat. Sedangkan pedagang itu sebenarnya tidak terlalu berpengaruh apakah harga itu mahal atau murah, yang penting mereka masih bisa memperoleh keuntungan dalam melakukan penjualan. Meskipun harga murah tetapi daya serap pasarnya sepi tentul ini bukan kondisi yang bagus buat mereka, sebaliknya meskipun harga mahal tetapi daya serap pasarnya tinggi, tentu hal ini yang lebih mereka harapkan. Jadi merupakan pemahaman yang salah jika pedagang itu selalu menginginkan harga telur pada kisaran yang rendah.

Kalau melihat perhitungan BEP diatas,  seakan-akan sebagai peternak kita pasti akan merugi, tetapi pada kenyataannya tidak seperti itu, dari dulu peternak layer itu, yang selalu konsisten dalam menjalan bisnisnya, sampai saat ini pun, masih bertahan dan terus berkembang semakin besar. Karena harga telur itu dinamis,demikian juga dengan harga pakannya, jadi kalau di akumulasi secara global dengan perhitungan jangka panjang, ternak ayam petelur itu masih merupakan salah satu bisnis yang menguntungkan. . Dan inilah yang kebanyakan kurang di pahami oleh peternak pribumi, jadi pada saat merasa keuntungannya tinggi mereka royal sekali, seakan setiap hari pasti akan begini, sedangkan pada saat sedang dalam kondisi rugi mereka berteriak-teriak seakan hidupnya paling susah sendiri.

Sedikit saya bercerita tentang "true story" peternak pribumi di blitar yang saya anggap berhasil, karena memulai usahanya dari nol dan tanpa suntikan dana segar untuk membesarkan  usahanya. Jadi peternakanya berkembang murni dari hasil ternaknya itu sendiri. Meskipun itu membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena memang ternak ayam petelur itu adalah bisnis jangka panjang, jangan pernah berharap cepat kaya dengan beternak ayam petelur.

Sekitar tahun '90 an, setelah lulus sma tidak melanjutkan studi nya keperguruan tinggi dan memulai belajar ternak ayam petelur dengan hanya membeli DOC 1 bok, karena minim sekali pemahaman tentang teknis pemeliharaan ayam petelur, jadi tentu saja banyak mengalami kegagalan dalam pemeliharaannya. Dari 100 ekor itu yang berhasil hidup hingga masa produksi hanya 50 ekor. Hal ini tidak menyurutkan semangatnya untuk terus melanjutkan usahanya. Dengan belajar dan bertanya kesana kemari, maka pengetahuan tentang teknis pemeliharaan pun menjadi semakin berkembang. Akhirnya bisa dikatakan bahwa teknis pemeliharaan bukan lagi menjadi kendala karena sudah terprogram sebagaimana mestinya.

Ketika populasi mulai berkembang mencapai 2000 ekor an, memasukan DOC 1000 ekor, yang namanya ujian itu pasti saja akan datang. Ketika mencapai masa grower, ND dan gumboronya jebol. Jadi hampir semuanya habis. Saat itu rasanya sudah mau berhenti saja beternak, dan mau jadi TKI saja ke malaysia. Demikan yang dikatakan pada saya. Tetapi kemudian bersemangat lagi untuk terus melanjutkan usahanya. Pada saat krisis moneter tahun '98 an, populasi nya sudah mencapai 5000 an ekor. Pada saat itu, karena rendahnya harga telur dan tingginya harga pakan karena pengaruh nilai dolar yang melambung tinggi, banyak sekali peternak yang menjual ayamnya 10 ribu 3 ekor dan berhenti menjadi peternak ayam  petelur. 

Berbeda dengan peternak yang saya ceritakan ini, karena merasa sudah total dalam menjalankan usahanya, dia mengeluarkan segala tabungannya untuk mempertahankan peternakannya. Dia bilang ' dulu dapetnya dari sini, ya kalau habis biar disini". Sebuah keputusan yang betul-betul berani. Dan benar saja, ternyata masa sulit itu akhirnya berlalu juga, setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Karena banyaknya populasi yang berkurang karena seleksi alam tersebut, maka harga telur pun melambung tinggi. Populasi ternaknya berkembang pesat sekali dan kini pun sudah menjadi sekitar 30 ribuan ekor. Sungguh jumlah yang fantastis jika kita mengetahui dari jumlah  modal awalnya.

Dan karena peternak tersebut masih ada hubungan keluarga dengan kami, maka dari situlah yang menginspirasi semua keluarga kami hingga saat ini terus menekuni dunia peternakan ayam petelur. Semoga sedikit cerita ini dapat memotivasi kita semua untuk menjadi bagian dari peternak-peternak sukses di negeri ini. "Mengeluh hanyalah menunjukkan kelemahan jiwa". Dan peternak dengan jiwa yang lemah, sudah pasti akan ter-eleminasi.