TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN DAN DUKUNGANYA
SELAMAT BERGABUNG BERSAMA KAMI


29 NOVEMBER 2018---Sdr. DEWI LIYANI dari TASIKMALAYA---Sdr. HERMANTO KARIM dari SUKOHARJO---Sdr. DERI SEPTIAWAN dari BANDUNG---Sdr. DADANG HAMDANI dari CIAMIS---Sdr. IRIN RAHMAD dari SURABAYA---Sdr. RENDI HERNAWAN dari BANDUNG---Sdr. YANTI dari PANGANDARAN---Sdr. ABDUL HANAN dari TASIKMALAYA---Sdr. UNDUNG NOOR S---Sdr. ADE RAMDAN---Sdr. ENDI RIZA dari BANDUNG---Sdr. HAERUL MAULANA dari BANTEN---Sdr. AHMAD FADHUL---KAHOT TELUR dari TASIKMALAYA---Sdr. WAWAN WARDANI dari SINGAPRANA---Sdr. IRFA KALIMATILAH dari TASIKMALAYA---Sdr. IMAM KHUSAERI dari CIAMIS---Sdr. YONI SUGIHARTO dari BLITAR---Sdr. SARI WIJAYA dari BLITAR---Sdr. TASIM---Sdr. RUDI---Sdr. NASRUL dari TASIKMALAYA---Sdr. UUS NURSOBAH dari TASIKMALAYA---Sdr. GUWINDA dari TASIKMALAYA---PJ TELUR dari TASIKMALAYA---Sdr. IYUS HUDIYANA dari CIAMIS---Sdr. ILHAM SANUAL P dari TASIKMLAYA

PASTIKAN KEAKURATAN SUMBER INFORMASI ANDA LANGSUNG DARI INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
CENTRAL INFORMASI HARGA TELUR BLITAR
PROFESIONAL, INDEPENDEN DAN TERPERCAYA


PASTIKAN ANDA TIDAK KETINGGALAN INFORMASI HARI INI DENGAN MENJADI ANGGOTA SMS INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA

CARANYA

KETIK GABUNG KIRIMKAN KE NOMOR DIBAWAH INI

085755064745


SELALU BERKOMITMEN MENJAGA INFORMASI YANG KONTINYU DAN INDEPENDEN TANPA INTERVENSI DARI PIHAK MANAPUN

INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
ACUAN STANDAR HARGA TELUR BLITAR YANG INDEPENDEN DAN TERPERCAYA
UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT :
SMS/WhatsApp

085755064745

Jual kopi luwak

Kopi Luwak adalah seduhan kopi menggunakan biji kopi yang diambil dari sisa kotoran luwak/musang. Biji kopi ini diyakini memiliki rasa yang berbeda setelah dimakan dan melewati saluran pencernaan luwak. Kemasyhuran kopi ini di kawasan Asia Tenggara telah lama diketahui, namun baru menjadi terkenal luas di peminat kopi gourmet setelah publikasi pada tahun 1980-an. Biji kopi luwak adalah yang termahal di dunia, mencapai USD100 per 450 gram

Asal mula Kopi Luwak terkait erat dengan sejarah pembudidayaan tanaman kopi di Indonesia. Pada awal abad ke-18, Belanda membuka perkebunan tanaman komersial di koloninya di Hindia Belanda terutama di pulau Jawa dan Sumatera. Salah satunya adalah bibit kopi arabika yang didatangkan dari Yaman. Pada era "Tanam Paksa" atau Cultuurstelsel (1830—1870), Belanda melarang pekerja perkebunan pribumi memetik buah kopi untuk konsumsi pribadi, akan tetapi penduduk lokal ingin mencoba minuman kopi yang terkenal itu. Kemudian pekerja perkebunan akhirnya menemukan bahwa ada sejenis musang yang gemar memakan buah kopi, tetapi hanya daging buahnya yang tercerna, kulit ari dan biji kopinya masih utuh dan tidak tercerna. Biji kopi dalam kotoran luwak ini kemudian dipunguti, dicuci, disangrai, ditumbuk, kemudian diseduh dengan air panas, maka terciptalah kopi luwak.

Kabar mengenai kenikmatan kopi aromatik ini akhirnya tercium oleh warga Belanda pemilik perkebunan, maka kemudian kopi ini menjadi kegemaran orang kaya Belanda. Karena kelangkaannya serta proses pembuatannya yang tidak lazim, kopi luwak pun adalah kopi yang mahal sejak zaman kolonial.