TERIMA KASIH ATAS KEPERCAYAAN DAN DUKUNGANYA
SELAMAT BERGABUNG BERSAMA KAMI


05 OKTOBER 2018---Sdr. ARIS SUBIANTORO (PETERNAK &PEDAGANG) dari KEDIRI---Sdr. SIGIT dari TASIKMALAYA---Sdr. H. JUMAT dari BONDOWOSO---Sdr. ATILPA WILDAN NASRULLAH dari MAJALENGKA---Sdr. ENGKOS / TEDI WAHYUDI dari CIAMIS---Sdr. AGUS dari CIAMIS---Sdr. YENI YUNENGSIH dari TASIKMALAYA

PASTIKAN KEAKURATAN SUMBER INFORMASI ANDA LANGSUNG DARI INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
CENTRAL INFORMASI HARGA TELUR BLITAR
PROFESIONAL, INDEPENDEN DAN TERPERCAYA


PASTIKAN ANDA TIDAK KETINGGALAN INFORMASI HARI INI DENGAN MENJADI ANGGOTA SMS INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA

CARANYA

KETIK GABUNG KIRIMKAN KE NOMOR DIBAWAH INI

085755064745


SELALU BERKOMITMEN MENJAGA INFORMASI YANG KONTINYU DAN INDEPENDEN TANPA INTERVENSI DARI PIHAK MANAPUN

INFO HARGA TELUR UNGGAS INDONESIA
ACUAN STANDAR HARGA TELUR BLITAR YANG INDEPENDEN DAN TERPERCAYA
UNTUK KETERANGAN LEBIH LANJUT :
SMS/WhatsApp

085755064745

Harga jagung mencekik, harga telur tak kunjung naik


Tahun 2009 pun sudah berlalu, harga telur belum menunjukan tanda-tanda ke arah yang membaik. Justru harga jagungnya yang kian mencekik. Lambanya kenaikan harga telur ini disebabkan karena masih banyaknya dari peternak yang mempertahankan populasinya. Sementara kebutuhan telurpun tidak mengalami kenaikan.

Sepengetahuan saya, kalau populasi layer di Blitar ini masih aja stabil. Tapi justru kenaikan populasi ini terjadi hampir di masing-masing kota di pulau jawa ini. Sehingga tetap saja terjadi over produksi telur.

Ada 2 alternatif yang mestinya bisa di tempuh, yang pertama adalah meningkatkan pemasaran, tentunya pemasaran telur ini tidak hanya di Indonesia saja tetapi ke luar negeri juga. Tetapi untuk solusi ini kita mesti melihat juga apakah harga telur di negeri kita ini mampu untuk di ekspor ke negara tetangga. Kalau harga di sini masih lebih tinggi, maka hal itu tidak mungkin untuk di laksanakan. Sehingga pemerintah perlu juga memperhatikan kenapa biaya produksi telur di negara kita cukup tinggi. Dari segi tenaga kerja sebenarnya kita bisa lebih murah, hanya dari pakan nya saja harganya terlalu tinggi, mungkin karena tingginya biaya import, karena sebagian besar komponen konsentrat ini menggunakan bahan baku import.

Alternatif ke dua adalah pengurangan populasi, sepertinya hal ini sulit sekali di aplikasikan, kecuali breeding layer yang mengurangi produksi DOC nya. Jika berharap dari kesadaran masing masing peternak untuk mengurangi populasi rasanya tidak mungkin. Tetapi, jika kita melihat sejarah, sebuah negara besar tidak akan pernah mengurangi produksinya untuk mencapai kemajuan. Tetapi dengan memperluas pasarnya.

Jadi menurut saya, mau tidak mau harga telur ini akan membaik tetap dengan seleksi alam. Sebuah penyelesaian yang bukan menuju ke arah sebuah kemajuan.